Cek Perbedaan Warna Urin Berikut Ini

Anda pastinya telah mengetahui, bahwa perubahan warna urin biasanya terjadi akibat konsumsi makanan tertentu. Seperti misalnya mengkonsumsi buah naga merah, buah bit yang membuat urin menjadi berwarna kemerahan. Hal ini bukan masalah besar.

Namun, akan jadi masalah saat urin tiba-tiba berubah warna sedangkan Anda tidak mengkonsumsi makanan atau minuman apapun yang memicu perubahan warna pada urin. Kondisi ini perlu dikhawatirkan sebagai salah satu tanda jika adanya masalah kesehatan di tubuh. Apa saja?

Cek Perbedaan Warna Urin Berikut Ini

1. Urin jernih.

Jika urin berwarna jernih/bening/normal, maka ini pertanda bahwa tubuh Anda dalam kondisi sehat. Umumnya, semakin jernih warna urin maka semakin sehat tubuh Anda. Akan tetapi, kondisi ini juga dapat menunjukkan jika Anda terlalu banyak minum atau bahkan bisa menjadi tanda Diabetes. Jika kemudian tubuh menunjukkan gejala Diabetes lain seperti peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil, maka sebaiknya segera cek ke dokter.

2. Urin kuning.

Kuning merupakan warna urin yang dianggap ideal. Warna urin kuning pucat dan jernih merupakan pertanda bahwa Anda terhidrasi dengan baik. Teruskan kebiasaan minum air putih Anda, karena dengan warna urine seperti ini berarti hal tersebut sudah Anda jalani dengan tepat.

Akan tetapi, jika sudah kuning tapi tampak lebih pekat atau cerah daripada biasanya, bisa jadi karena Anda baru saja mengonsumsi Vitamin B. Riboflavin (Vitamin B2) secara alami ‘berwarna’ saat terkena sinar UV, sehingga warna urin pun menjadi lebih terang.

Jika warna urin Anda berwarna jauh lebih gelap daripada biasanya, maka ini tanda jika Anda butuh minum air putih lebih banyak. Sebab, saat tubuh tak terhidrasi dengan baik, maka sisa limbah yang akan dibuang melalui urin juga tidak bisa diencerkan dengan baik. Hasilnya, warna urin menjadi kuning gelap.

3. Cokelat.

Urin berwarna cokelat terang atau gelap menjadi tanda adanya darah dalam urin. Selain itu, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya potensi gangguan pada hati atau ginjal seperti infeksi saluran kemih dan sirosis. Jika Anda sering berolahraga, maka warna urin yang kecokelatan ini juga bisa menandakan bahwa Anda sudah latihan terlalu berat. Saat otot bekerja terlalu keras, ia melepaskan zat yang disebut sebagai Myoglobin dan zat ini dapat mengubah urin menjadi berwarna cokelat.

4. Biru atau Hijau.

Urine dengan warna hijau bisa terjadi karena berbagai hal. Namun kondisi paling umum dari urin berwarna hijau adalah reaksi dari tes pengecekan fungsi ginjal yang menggunakan pewarna biru. Saat bercampur dengan warna kuning dari urin, warna yang terlihat pun bisa menjadi hijau.

Akibat dari penggunaan obat-obatan seperti Amitriptyline, indomethacin, dan propofol disebut dapat membuat urin menjadi berwarna hijau. Sebab lain urin berwarna hijau yang harus mendapat perhatian serius adalah Hypercalcemia, yang disebut juga sebagai blue diaper syndrome. Selain itu, infeksi saluran kencing yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas juga bisa menyebabkan urin berwarna hijau.

5. Jingga.

Warna gelap pada urin berkaitan dengan dehidrasi atau kurang minum air putih. Berbeda jika Anda merasa baru saja mengonsumsi makanan dengan warna serupa, biasanya warna urin seperti ini hanya berlangsung satu sampai dua hari saja. Namun, waspadai jika kondisi ini berlangsung selama lebih dari beberapa hari, sebaiknya segera cek ke dokter. Urin yang berwarna jingga juga bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah pada empedu Anda.

6. Merah atau merah muda (pink).

Urin dengan warna merah atau merah muda (pink) menjadi pertanda jika ada darah pada cairan hasil eksres tubuh tersebut. Kondisi ini bisa menjadi tanda jika Anda sedang mengidap infeksi saluran kemih atau batu kemih. Selain urin yang berubah warna menjadi pink atau merah, biasanya infeksi saluran kemih juga ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil. Jika gejala ini juga Anda rasakan, cek ke dokter.

7. Hitam.

Jika Anda mengonsumsi porsi besar makanan dengan warna hitam atau obat-obatan yang mungkin menggunakan pewarna hitam, maka bisa saja berdampak pada urin yang turut berwarna hitam.

Jika Anda merasa tidak melakukannya dan tubuh juga terasa tak bugar, maka mungkin ini waktunya Anda untuk segera cek ke dokter sebab urin berwarna hitam adalah salah satu tanda peringatan kesehatan yang serius.

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *