Gangguan Kencing Karena Penyakit Saluran Prostat

Mengalami gangguan pada saluran kencing dapat terjadi pada siapapun tanpa mengenal jenis kelamin. Terlebih jika kondisi ini terjadi pada laki-laki paruh baya. Sebagian besar dari kalangan usia tersebut seringkali mengalami bolak-balik ke kamar kecil, kencing yang tidak tuntas hingga harus menunggu beberapa saat ketika akan berkemih.

Gangguan Kencing Karena Penyakit Saluran Prostat

Kondisi ini pun dijelaskan oleh dokter ahli yakni dr Fajar Rudy Qimindra dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan seperti yang dikutip dari laman doktersehat, beliau menegaskan jika kemungkinan besar gangguan tersebut berkaitan dengan kelenjar prostat, yang merupakan salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir. Lebih lanjut lagi bila mengalami pembesaran, organ ini akan membuntu saluran tersebut dan menghambat aliran urin dari kandung kemih.

Kelenjar prostat memiliki bentuk sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa sekira 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang cukup penting untuk memproduksi senyawaan pada pembentukan cairan semen.

Salah satu gangguan prostat yang sering terjadi ialah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). BPH adalah pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang sifatnya tidak ganas. Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. Berdasarkan penelitian, jika berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan akan mengalami pembesaran prostat adalah 50%. Ketika berusia 80-85 tahun, kemungkinan akan meningkat menjadi 90%.

Hingga saat ini, penyebab membesarnya prostat belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa hipotesis menyebut jika proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan. Gangguan hormonal disini yaitu akibat pertambahan usia yang menjadikan hormon androgen pria seperti testosteron berkurang. Sedangkan pada wanita, hormon estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit pada pria menjadi meningkat.

Gejala BPH juga dapat digolongkan menjadi 2, yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) serta gejala iritatif (iritasi). Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing atau tetesan urine pada akhir berkemih.

Yang termasuk gejala iritatif (iritasi) adalah :

  • Saat frekuensi kencing yang tidak normal (menjadi terlalu sering), Terbangun di tengah malam karena sering kencing,
  • Sulit menahan kencing,
  • Sakit waktu kencing,
  • Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah).

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *