Pengapuran Kandung Kemih Berefek Pada Resiko Hematuria

Seperti yang dilansir Detik Health, kasus bermula dari seorang pria di Qatar, menemukan bercak darah di dalam urinnya dan keluar disertai rasa sakit saat buang air kecil. Berdasarkan pemeriksaan ditunjukkan hasil bahwa ada infeksi yang terjadi, yaitu infeksi Schistosoma, sebuah parasit yang menyebabkan snail fever atau demam keong.

Pengapuran Kandung Kemih Berefek Pada Resiko Hematuria

Umumnya parasit Schistosoma memang salah satu penyebab ditemukannya bercak darah pada urin dikawasan Asia dan Afrika. Namun dalam beberapa kasus,  kondisi ini juga dipengaruhi oleh pengapuran kandung kemih.

Dalam jurnal The New England Journal of Medicine disebutkan jika parasit tersebut bersarang tepat di dekat kandung kemih dan saluran kemih. Telur dari parasit tersebut masuk ke kandung kemih dan menempel di dinding.

Seorang ilmuwan dari Case Western Reserve University yang meneliti Schistosoma menjelaskan bahwa respon dari sistem imun yang diterima pasien membuat sebagian dari dinding kandung kemih pada akhirnya mengalami pengapuran.

Schistosoma adalah sejenis cacing parasit yang ditularkan dari keong dan memicu Schistosomiasis atau dikenal juga sebagai demam keong (snail fever). Infeksi terjadi pada saat larva cacing dibawa oleh keong masuk melalui kulit manusia. Biasanya menyerang anak-anak saat berenang, atau pada orang dewasa akibat mencuci di air yang telah tercemar oleh parasit. Setelah masuk kedalam kulit, larva cacing berubah menjadi cacing dewasa dan hidup di pembuluh darah. Jika cacing betina yang masuk, cacing parasit tersebut dapat bertelur dengan sendirinya dan terperangkap dalam jaringan tubuh dan memicu respon sistem imun pada akhirnya, walaupun sebagian masih bisa terbuang melalui urin dan feses.

Baca juga : Sindroma Alport Juga Menyebabkan Kencing Berdarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.