Penyebab Kencing Berdarah Setelah Bulan Madu

Pasangan baru menikah pastinya sangat menunggu momen bulan madu. Namun, hal ini tidak akan menjadi indah jika ternyata sang wanita mengalami infeksi saluran kemih yang akhirnya menyebabkan dirinya mengalami kondisi kencing berdarah.

Penyebab Kencing Berdarah Setelah Bulan Madu

Kencing berdarah dan sakit setelah bulan madu atau Honeymoon Cystitis, adalah kondisi dimana infeksi saluran kemih terjadi. Sebenarnya, infeksi ini bisa terjadi kapan saja, terutama setelah berhubungan intim.

Namun tidak terlu khawatir soal kondisi ini, sebab hampir semua kalangan mengalaminya. Setidaknya, ada sekitar 50% dari kaum wanita mengalami infeksi saluran kemih paling tidak 1 sampai 2 kali dalam hidupnya. Gejala yang khas dari kondisi ini adalah nyeri saat berkemih (nyeri saat kencing).

Akan tetapi, jika Anda pernah mengalaminya tak perlu cemas sebab hal ini umum terjadi. Setidaknya sekitar 50% wanita pernah mengalami infeksi saluran kencing paling tidak 1-2 kali sepanjang hidupnya. Gejala yang khas yaitu terjadi rasa nyeri di akhir berkemih, air kencing seperti tidak tuntas yang membuat anyang-anyangan, nyeri perut bawah, hingga mengalami demam. Bahkan air kencing keruh, berwarna kemerahan hingga kecokelatan seperti teh yang menandakan perdarahan, dan berbau menyengat.

Honeymoon cystitis pada umumnya terjadi satu atau beberapa hari setelah berhubungan intim. Hal ini disebabkan oleh gerakan saat hubungan intim yang membuat bakteri naik ke arah kandung kemih. Di samping itu, kerusakan pada uretra membuat bakteri lebih lama bertahan hidup sehingga dapat mencapai kandung kemih. Kejadian ini lebih mungkin terjadi jika kondisi vagina kering saat berhubungan intim. Lalu, penggunaan alat kontrasepsi jenis spermisida atau diafragma juga dapat mengganggu cairan alami (lendir) vagina yang bersifat protektif.

Infeksi pada kandung kemih dapat diatasi dengan pemberian antibiotik dan banyak minum air putih. Setelah mengonsumsi 1-2 dosis pertama antibiotik, warna urin biasanya sudah mulai berubah menjadi lebih jernih dan kekuningan seperti sedia kala. Namun agar infeksi benar-benar hilang disarankan untuk mengonsumsinya selama 3-5 hari.

Jika tidak mendapat penanganan, infeksi dapat menyebar dan menimbulkan infeksi ginjal akut. Akibatnya, kondisi menjadi jauh lebih berbahaya bagi penderitanya. Karena itulah lakukan hal ini agar terhindar dari infeksi kandung kemih usai hubungan intim.

1 Melakukan foreplay yang cukup sebelum hubungan intim jika perlu gunakan lubrikan.
2. Hindari penggunaan alat kontrasepsi jenis spermisida atau diafragma.
3. Segerakan buang air kecil setelah selesai berhubungan intim dan bilas dari arah depan ke belakang. Setelah itu keringkan dengan lap atau tisu bersih dari arah yang sama pula.
4. Minum air putih minimal 8 gelas perhari untuk mencegah pertumbuhan bakteri

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *